Oleh: moulthe13th | Juni 22, 2011

Teman bukan Daun Salam dan Lengkuas

Jangan perlakukan teman seperti daun salam dan lengkuas. Ketika kita akan memasak maka kita rela memanjat tinggi-tinggi pohon salam untuk memetiknya dan menggali dalam-dalam untuk mengambil lengkuas. Tetapi saat masakan sudah jadi dan akan kita hidangkan lengkuas dan salam kita ambil dan buang dari masakan kita karena kita anggap mengganggu.

Mungkin jika daun salam dan lengkuas memiliki perasaan seperti teman-teman kita pasti mereka akan pergi jauh-jauh dari kita. Akibatnya sudah pasti masakan kita akan hancur rasanya karena tidak ada lagi daun salam dan lengkuas yang melengkapi cita rasa.

Terkadang tanpa kita sadari, atau justru yang paling parah adalah memang kita sengaja, kita selalu melibatkan teman di saat kita membutuhkan mereka untuk menopang kita berdiri. Tetapi saat kita sudah pandai berlari, kita akan meninggalkan mereka karena merasa mereka justru menjadi beban dan membuat kita tidak bisa berlari secepat apa yang kita mau.

Dan herannya, kita akan kembali dihampiri oleh teman kita, atau bahkan kita yang menghampiri mereka dengan merengek dan memelas, saat kita kesandung kemudian terjatuh dan kaki kita terkilir.

Ada beberapa dari mereka yang dengan ikhlas menerima kita kembali, tetapi banyak juga dari mereka yang sakit hatinya tak jua terobati. Bagaimana jadinya jika kita mengalami hal terburuk mereka semua sakit hatinya dan tak jua terobati ? Sanggupkah kita berdiri dan berjalan sendiri saat kaki kita terkilir ? Mungkin ada yang sanggup, tapi pertanyaannya adalah seberapa lama ?

—————————ooo————————–

Sekarang situasi kita balik. Jika kita berada di posisi sebagai daun salam dan lengkuas, apa yang akan kita lakukan?

—————————ooo————————–

Saya yakin, banyak diantara kita yang akan menjawab lebih cepat dibagian tulisan ke dua dibandingkan dengan tulisan yang pertama dimana kita memikirkan banyak kemungkinan. Benar tidak ya?🙂

—————————ooo————————–

“Kita akan mulai merasakan betapa berharganya sesuatu yang kita miliki sekecil apapun saat sesuatu tersebut menghilang entah kemana”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: