Oleh: moulthe13th | April 13, 2010

Identifikasi Penyakit dari Warna Air Seni

Tahukah Anda, perubahan warna, bau dan konsistensi urin bisa menjadi petunjuk penting status kesehatan seseorang? Urin bisa mengungkapkan apa saja yang kita makan, berapa banyak air yang sudah diminum dan penyakit apa yang sedang diderita. Analisa urin untuk mengingip kesehatan telah dikenal sejak ribuan tahun lalu.

Menurut Tomas Griebling, MD, MPH, ahli urologi dari University of Kansas, urin ibarat jendela untuk melihat apa yang terjadi dalam tubuh. “Berbagai hal yang bersirkulasi dalam tubuh, termasuk bakteri, jamur, protein, gula, akan keluar lewat air seni atau urin,” katanya. Tubuh kita juga mengeluarkan kelebihan air dan “sampah” yang sudah difilter oleh ginjal melalui urin. “Fungsi utama urin adalah membawa zat-zat toksin keluar dari tubuh agar tidak menumpuk di tubuh dan berdampak buruk bagi kesehatan,” papar Anthony Smith, MD, ahli urologi.

Itu sebabnya, bila kita menemukan adanya perubahan warna atau bau yang tidak biasa dari urin (di luar jenis makanan yang dikonsumsi), bisa jadi itu adalah pertanda adanya gangguan kesehatan. Warna kuning dalam urin berasal dari pigmen warna yang disebut urochorme. Warna urin yang normal adalah kuning hingga kuning pucat. Warna kuning gelap merupakan tanda tubuh kekurangan air. Sebaliknya, warna urin yang terlalu bening bisa menjadi tanda Anda terlalu banyak minum air atau sedang mengonsumsi obat diuretik (penyerap air yang membuat volume urin bertambah). Warna urin juga bisa berubah-ubah sesuai dengan makanan yang kita asup. Misalnya makan wortel bisa membuat warna urin menjadi agak oranye, sedangkan obat-obatan juga bisa mengubah warna urin. Yang perlu diwaspadai adalah jika warna urin menjadi agak kemerahan karena itu bisa menjadi tanda adanya darah dalam urin. “Bila Anda melihat ada darah dan warna urin agak gelap, itu bisa menjadi tanda adanya infeksi,” kata Smith. Normalnya, urin tidak punya bau yang kuat. Bila Anda mendapati bau yang tajam, bisa jadi Anda terkena infeksi atau batu ginjal yang sering menimbulkan bau amonia. Sedangkan bau manis yang menguap dari urin bisa menjadi tanda penyakit diabetes.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: